Makassar — Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Program Pascasarjana (PPs) membuka pendaftaran Mahasiswa Baru Program Studi Magister (S2) Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) untuk Tahun Akademik 2025–2026. Program ini dirancang untuk menghasilkan tenaga profesional di bidang penelitian, evaluasi, dan analisis pendidikan yang mampu berkontribusi dalam pengembangan kualitas pendidikan nasional.🎓 Orientasi Perkuliahan
Program S2 PEP UNM menawarkan sistem perkuliahan reguler dua tahun dengan model hybrid learning (tatap muka dan daring). Mahasiswa akan dibekali dengan pendekatan Project-Based Learning, Case Study, serta Kewirausahaan, guna mengembangkan kemampuan analitis dan aplikatif dalam bidang pendidikan.
👩🎓 Profil Lulusan
Lulusan program ini diharapkan memiliki kompetensi sebagai:
Dosen, widyaiswara, atau guru profesional,
Konsultan penelitian dan peneliti,
Evaluator di bidang pendidikan,
Analis data pendidikan yang andal.
🗓️ Tanggal Penting
Pendaftaran: 1 Februari – 23 Maret 2025
Asesmen: 26 Maret 2025
Pengumuman hasil kelulusan: April 2025
Tautan pendaftaran: https://daftar-pasca.unm.ac.id/
👨🏫 Narasumber dan Pengelola Program
Kegiatan akademik dipimpin oleh para akademisi berpengalaman:
Prof. Dr. Sapto Haryoko, M.Pd – Direktur Pascasarjana UNM
Prof. Dr. Syahrul, M.Pd – Ketua Program Studi PEP PPs UNM
Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn – Rektor Universitas Negeri Makassar
🌟 Akreditasi
Program Studi S2 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNM telah terakreditasi "Baik Sekali", menjamin mutu akademik dan profesionalisme lulusan.
☎️ Informasi dan Kontak
Untuk informasi lebih lanjut, calon pendaftar dapat menghubungi:
📞 Dr. Anas Arfandi, M.Pd (0821-9411-9493)
📞 Dr. Suryadi Ishak, M.Pd (0823-4486-0734)
Program Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNM merupakan pilihan tepat bagi para pendidik, peneliti, dan profesional yang ingin meningkatkan kapasitas akademik dan keilmuan di bidang penelitian serta evaluasi pendidikan. Mari bergabung menjadi bagian dari Pascasarjana UNM dan berkontribusi nyata dalam kemajuan dunia pendidikan Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *